Ditemukan Celah Sistem Keamanan di Prosesor Intel, Jutaan Komputer Terancam

Prosesor besutan produsen ternama, Intel, dilaporkan memiliki sebuah celah sistem keamanan yang berbahaya. Celah keamanan sistem di prosesor Intel ini ditemukan oleh peneliti dari Positive Technology Research. Celah ini ditemukan pada prosesor Intel yang digunakan pada PC, Server, dan perangkat berbasis Internet of Things (IoT).

Mark Ermolov dan Maxim Goryachy, kedua peneliti inilah yang menemukan celah keamanan pada perangkat yang memakai prosesor Intel. Perangkat tersebut mempunyai potensi diserang dari jarak jauh.

Dikutip dari Ars Technica, penyerang dapat meluncurkan berbagai perintah pada perangkat yang menggunakan prosesor Intel buatan tahun 2015. Bahkan para penyerang bisa mengakses sistem informasi yang ada di perangkat korban.

Diperkirakan ada jutaan komputer yang berpotensi menjadi korban dari bug ini. Meskipun kebanyakan serangan membutuhkan akses fisik pada perangkat korban, tapi tidak menutup kemungkinan pula serangan dilakukan dari jarak jauh.

Perusahaan itu sudah mengunggah celah keamanan ini di situs dukungan untuk Windows dan Linux. Sebagai tindak lanjut, Intel juga segera melakukan identifikasi menyeluruh pada celah keamanan ini.

Bug ini disebut-sebut menyerang prosesor Intel mulai dari Intel Core generasi ke-6 (Skylake), generasi ke-7 (Kaby Lake), dan generasi ke-8 (Kaby Lake-R dan Coffee Lake). Tidak hanya itu, prosesor Xeon juga disebut rentan menjadi korban.

Sekadar informasi, Intel sebenarnya baru saja memperkenalkan seri prosesor Core i Generasi ke-8 untuk pasar notebook dan disusul oleh prosesor serupa untuk kebutuhan PC.

Data menunjukkan lini prosesor C3000 dan E3900 yang digunakan di platform IoT dan seri Celeron N dan J turut masuk dalam daftar. Menangani masalah ini,  vendor server Dell EMC mengaku sudah menyiapkan patch dan siap mendistribusikannya.

Lalu apa perbedaan seri Generasi ke-8 untuk lini notebook dan desktop ini? Yang membedakannya adalah jumlah inti prosesor desktop yang lebih tinggi ketimbang di notebook.

Misalnya, prosesor Core i3 (entry-level) di desktop memiliki empat inti, bukannya dua inti. Demikian pula dengan prosesor Core i5 (mid-range) dengan enam inti, bukan empat; dan model Core i7 memiliki enam inti dengan dukungan hyper-trading.

WAJIB! Registrasi Nomor HP Kamu atau DIBLOKIR

Seperti yang kita tahu, per tanggal 31 Oktober 2017 kemarin pemerintah resmi mewajibkan para pengguna smartphone melakukan registrasi ulang nomor sim card yang digunakan untuk dihubungkan dengan NIK dan KK. Sampai tanggal 2 November kemarin, tercatat sekitar 35 juta nomor telah resmi terdaftar kembali sesuai dengan NIK dan KK masing-masing. Padahal menurut data Kemkominfo, jumlah SIM yang beredar di masyarakat mencapai 360 juta SIM dengan SIM yang aktif berjumlah sekitar 290 juta.

Pemerintah melalui kemkominfo dan operator seluler memang berkomitmen untuk menyukseskan program ini secara nasional. Pemerintah dan operator seluler tanpa lelah akan berkolaborasi untuk menyosialisasikan program registrasi ulang kartu SIM ini. Selain melalui pesan singkat atau sms, pemerintah juga akan menyosialisasikan ke kampus-kampus, karena pengguna kartu SIM mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa.

Pemerintah melaksanakan program registrasi kartu SIM prabayar ini mulai dari tanggal 31 Oktober 2017 sampai dengan 28 Februari 2018. Apabila sampai batas waktu yang ditentukan pelanggan masih tidak melakukan registrasi, nomor pelanggan akan diblokir secara bertahap sampai batas waktu paling akhir yaitu 28 April 2018.

Untuk mendaftarkan nomor telepon, pelanggan perlu memberikan NIK dan KK melalui pesan singkat sms ke nomor 4444 seperti waktu mendaftar dulu. Bila gagal registrasi melalui sms atau web, kamu juga bisa melakukan registrasi di gerai atau galeri operator.

Sebagian besar masyarakat sejak tanggal 31 Oktober kemarin gagal melakukan registrasi ulang kartunya. Menurut tim kemkominfo hal itu disebabkan karena melonjaknya traffic pendaftaran ulang kartu. Masyarakat sangat antusias untuk mendaftarkan kembali dirinya oleh karena itu server yang digunakan pemerintah belum siap untuk menerima lonjakan traffic yang mencapat belasan jutaan nomor dalam sehari. Masyarakat pun diminta untuk bersabar dan mencoba secara berkala karena pendaftaran nomor ini masih berlangsung sampai 4 bulan ke depan.

Jika ternyata masyarakat mengalami kendala pendaftaran nomor karena data yang tidak sesuai, mereka bisa mencoba mendatangi dinas kependudukan karena bisa jadi data kependudukanmu belum terupdate di sana.

Registrasi ini sebenarnya dimaksudkan karena maraknya penipuan menggunakan sim card atau nomor telepon sekali pakai. Iklan atau spam juga banyak sekali beredar di masyarakat saat ini. Tidak perlu khawatir, data kamu yang terdaftar ada di server dengan sistem keamanan yang sangat kuat. Jadi datamu aman, guys.

Edisi Terbatas, 3 Juta Unit iPhone X Siap Diedarkan

Diam-diam ternyata Apple sudah cukup lama menghentikan penjualan iPhone 7 dengan varian memori 256GB sejak 12 September 2017. Hal itu dilakukan agar penjualan iPhone 8 dapat lebih maksimal tanpa gangguan dari iPhone 7 256GB itu.

Informasi soal penghentian penjualan iPhone 7 256GB ini bersumber dari seorang perwakilan layanan konsumen Apple. Untuk saat ini toko online Apple hanya melayani penjualan iPhone 7 versi 32 dan 128GB.

Dilansir dari Phone Arena, Apple memang menegaskan tidak ingin penjualan seri iPhone 8 dihambat oleh iPhone 7 256GB. Smartphone teranyar Apple tersebut hanya meluncur dengan dua varian memori yaitu 64GB dan 256GB.

Sementara itu, penjualan iPhone 8 sampai saat ini tidak begitu memuaskan. Penjualannya dilaporkan berada di belakang penjualan seri-seri iPhone sebelumnya saat meluncur pertama kali di pasaran.

Sejumlah informasi mengatakan bahwa lemahnya penjualan iPhone 8 ini disebabkan konsumen lebih menanti iPhone X. Mereka lebih tertarik untuk melihat performa dari iPhone X setelah diluncurkan bulan November nanti sebelum memutuskan varian iPhone yang akan dibeli.

iPhone 8 dan iPhone X memang diumumkan secara bersamaan yaitu pada 12 September 2017 lalu, tapi untuk tanggal rilisnya Apple memisahkan keduanya. Untuk iPhone 8, Apple telah menjualnya sejak 22 September lalu. Sementara untuk iPhone X baru akan dimulai tanggal 3 November 2017.

iPhone X juga menjadi iPhone yang dijual paling mahal. Untuk iPhone 8 dibanderol mulai dari harga US$ 699, iPhone 8 Plus dibanderol seharga US$799, sedangkan untuk iPhone X dijual dengan harga US$999. Ini adalah smartphone termahal yang pernah dijual Apple dalam 10 tahun terakhir.

Kabar terakhir mengatakan bahwa iPhone X akan dijual secara limited edition atau ketersediaannya terbatas. Hal ini dikarenakan perusahaan mengalami kesulitan dalam memproduksi seri khusus iPhone itu. Analis KGI mengaatakan bahwa Apple hanya akan mempersiapkan 3 juta unit iPhone X saat perangkat ini mulai dijual ke pasaran. Padahal biasanya Apple berhasil menjual lebih dari 10 juta unit iPhone saat penjualan perdana.

Kesulitan ini disebabkan terbatasnya stok yang berkualitas sebagai material dari iPhone X. Selain itu, iPhone X mendapatkan tes yang lebih khusus dari berbagai hal dan memiliki sistem keamanan tercanggih dari Apple. Papan sirkuit untuk wide angle camera adalah salah satu masalah yang juga menyebabkan terbatasnya stok iPhone X.

Hmmm kalau sudah begini kira-kira antrean untuk pembelian iPhone X bakal kaya gimana ya.

Serangan Krack Intai Korban via Koneksi WiFi

Ancaman yang ditebar oleh para hacker seakan tak pernah berhenti untuk mencari korban. Senin kemarin seorang analis keamanan di Computer Emergency Rediness Teamm, Amerika Serikat (AS), melaporkan adanya modus peretasan data pengguna melalui WiFi yang dilakukan para hacker.

Kali ini para hacker memanfaatkan celah pada sistem keamanan WiFi untuk meluncurkan serangan yang diberi nama key reinstallation attacks atau sering disingkat Krack. Setelah berhasil masuk, hacker akan menyebarkan malware atau mencuri data-data penting yang terdapat pada perangkat para korbannya.

Yang lebih parahnya lagi, untuk serangan ini mereka tidak pandang bulu soal sinyal WiFi yang digunakan. Mulai dari smartphone, tablet, laptop, Playstation dan perangkat pintar lainnya yang menggunakan koneksi Wi-Fi berpotensi untuk menjadi korbannya.

Data yang dicuri juga bisa banyak sekali jika mereka berhasil masuk ke sistem keamanan perangkatmu. Mulai dari nomor kartu kredit, password, aplikasi instant messaging, foto, email, dan video bisa diambil alih oleh mereka.

Menurut keterangan Marty Vanhoef, seorang analis keamanan, serangan Krack berpotensi menyerang korban ketika hendak menghubungkan perangkatnya ke jaringan Wifi meskipun terproteksi. Hal ini ia katakan melalui Forbes yang dilansir Liputan6 hari ini.

Ia juga mengatakan bahwa penggantian password bukanlah solusi untuk menangkal serangan ini. Solusi itu tidak berpengaruh sama sekali.

Tapi meskipun beresiko, ia menyebutkan bahwa ancaman serangan Krack tidak terlalu besar dibanding ketika serangan Wannacry berlangsung di seluruh dunia. Karena untuk melakukan serangan ini hacker harus ada di jaringan WiFi.

Salah satu solusi yang harus dilakukan untuk mengantisipasi Krack adalah dengan melakukan pembaruan sistem keamanan pada masing-masing perangkatnya. Microsoft dan Apple sebagai perusahaan operasi sistem terbesar di dunia pun sudah merilis patch terbaru setelah mengetahui ada celah pada keamanan tersebut.

Jadi, untuk terhindar dari resiko serangan ini, para pengguna disarankan untuk segera memperbaharui (update) perangkatnya segera mungkin. Untuk memastikan apakah pembaruan sudah hadir, selalu cek secara rutin melalui menu settings perangkat kalian. Selain itu, update selalu anti virus yang kalian gunakan untuk memperkuat sistem keamanan perangkat.

Keuntungan Menggunakan Android Stock Bagi Kamu

Hadirnya smartphone Android sejak beberapa tahun lalu memang menawarkan sejumlah kemudahan bagi manufaktur maupun para pengguna untuk melakukan berbagai modifikasi. Dengan begini, setiap brand/vendor bisa saja tampil berbeda meskipun sama-sama menggunakan sistem operasi Android yang sama. Bahkan beberapa vendor sudah diakui kualitasnya mengenai modifikasi tampilan. Misalnya TouchWiz milik Samsung, MIUI milik Xiaomi, dan ZenUI millik Asus.

Tapi, Google bukannya tidak menghadirkan tampilan Android yang murni untuk penggunanya. Salah satu produk yang dulu dikenal memberikan Android stock alias murni adalah Nexus. Tapi tahun lalu Google resmi merilis Google Pixel yang juga menawarkan Android Stock. Ternyata, Android Stock sendiri memiliki keuntungan bagi penggunanya. Lalu, apa saja keuntungan menggunakan Android Stock alias murni tanpa permak/tambahan dari manufaktur? Berikut keuntungan menggunakan Android Stock bagi para penggunanya:

1. Sistem Keamanan
Seperti yang kita tahu, salah satu permasalahan dari perangkat Android yang sering dikritik adalah sistem keamanan. Sistem android kerap menjadi sasaran menggiurkan bagi malware. Ternyata Google selama ini bukan tidak bertanggung jawab, mereka rutin memberikan update sistem keamanan bagi pengguna. Akan tetapi memang tidak selalu rutin didistribusikan oleh manufaktur karena mereka harus menyesuaikan dengan sistem yang mereka pasang.

Berbeda jika kamu menggunakan Android stock atau murni. Kamu dapat langsung menikmati pembaruan sistem langsung dari Google.

2. Dapat Langsung Menikmati Versi Android Baru
Sebagai pengguna, kadang kita pasti sebal jika baru bisa menikmati Android versi baru setelah menunggu berbulan-bulan lamanya. Hal ini dikarenakan sistem operasi baru tersebut juga harus disesuaikan dengan sistem yang manfaktur miliki. Ditambah, manufaktur lebih memilih mengeluarkan sistem operasi versi baru bersama dengan perangkat baru agar pengguna dipaksa membeli perangkat baru dan memberikan keuntungan bagi manufaktur.

Berbeda dengan Android stock, pembaruan selalu langsung datang dari Google. Meskipun tidak selalu versi update, tapi setidaknya sistem operasi yang dapat langsung dirasakan adalah satu tingkat di atasnya.

3. Bloatware yang Lebih Sedikit

Ini pasti menjadi masalah utama para pengguna smartphone yang memiliki memory internal sedikit. Biasanya masalah muncul di pemilik memory internal 16GB dan RAM 1 GB. Tak jarang manufaktur memberikan banyak aplikasi mereka untuk membebankan smartphone. Padahal aplikasi bloatware tersebut belum tentu kita gunakan. Dan yang lebih menyebalkan, aplikasi tersebut tidak bisa kita hapus.

Android Stock berani menjamin bahwa bloatware yang dimiliki pengguna akan jauh lebih sedikit. Jadi memory internal yang dimiliki pun bisa lebih lega.