WAJIB! Registrasi Nomor HP Kamu atau DIBLOKIR

Seperti yang kita tahu, per tanggal 31 Oktober 2017 kemarin pemerintah resmi mewajibkan para pengguna smartphone melakukan registrasi ulang nomor sim card yang digunakan untuk dihubungkan dengan NIK dan KK. Sampai tanggal 2 November kemarin, tercatat sekitar 35 juta nomor telah resmi terdaftar kembali sesuai dengan NIK dan KK masing-masing. Padahal menurut data Kemkominfo, jumlah SIM yang beredar di masyarakat mencapai 360 juta SIM dengan SIM yang aktif berjumlah sekitar 290 juta.

Pemerintah melalui kemkominfo dan operator seluler memang berkomitmen untuk menyukseskan program ini secara nasional. Pemerintah dan operator seluler tanpa lelah akan berkolaborasi untuk menyosialisasikan program registrasi ulang kartu SIM ini. Selain melalui pesan singkat atau sms, pemerintah juga akan menyosialisasikan ke kampus-kampus, karena pengguna kartu SIM mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa.

Pemerintah melaksanakan program registrasi kartu SIM prabayar ini mulai dari tanggal 31 Oktober 2017 sampai dengan 28 Februari 2018. Apabila sampai batas waktu yang ditentukan pelanggan masih tidak melakukan registrasi, nomor pelanggan akan diblokir secara bertahap sampai batas waktu paling akhir yaitu 28 April 2018.

Untuk mendaftarkan nomor telepon, pelanggan perlu memberikan NIK dan KK melalui pesan singkat sms ke nomor 4444 seperti waktu mendaftar dulu. Bila gagal registrasi melalui sms atau web, kamu juga bisa melakukan registrasi di gerai atau galeri operator.

Sebagian besar masyarakat sejak tanggal 31 Oktober kemarin gagal melakukan registrasi ulang kartunya. Menurut tim kemkominfo hal itu disebabkan karena melonjaknya traffic pendaftaran ulang kartu. Masyarakat sangat antusias untuk mendaftarkan kembali dirinya oleh karena itu server yang digunakan pemerintah belum siap untuk menerima lonjakan traffic yang mencapat belasan jutaan nomor dalam sehari. Masyarakat pun diminta untuk bersabar dan mencoba secara berkala karena pendaftaran nomor ini masih berlangsung sampai 4 bulan ke depan.

Jika ternyata masyarakat mengalami kendala pendaftaran nomor karena data yang tidak sesuai, mereka bisa mencoba mendatangi dinas kependudukan karena bisa jadi data kependudukanmu belum terupdate di sana.

Registrasi ini sebenarnya dimaksudkan karena maraknya penipuan menggunakan sim card atau nomor telepon sekali pakai. Iklan atau spam juga banyak sekali beredar di masyarakat saat ini. Tidak perlu khawatir, data kamu yang terdaftar ada di server dengan sistem keamanan yang sangat kuat. Jadi datamu aman, guys.

Keuntungan Menggunakan Android Stock Bagi Kamu

Hadirnya smartphone Android sejak beberapa tahun lalu memang menawarkan sejumlah kemudahan bagi manufaktur maupun para pengguna untuk melakukan berbagai modifikasi. Dengan begini, setiap brand/vendor bisa saja tampil berbeda meskipun sama-sama menggunakan sistem operasi Android yang sama. Bahkan beberapa vendor sudah diakui kualitasnya mengenai modifikasi tampilan. Misalnya TouchWiz milik Samsung, MIUI milik Xiaomi, dan ZenUI millik Asus.

Tapi, Google bukannya tidak menghadirkan tampilan Android yang murni untuk penggunanya. Salah satu produk yang dulu dikenal memberikan Android stock alias murni adalah Nexus. Tapi tahun lalu Google resmi merilis Google Pixel yang juga menawarkan Android Stock. Ternyata, Android Stock sendiri memiliki keuntungan bagi penggunanya. Lalu, apa saja keuntungan menggunakan Android Stock alias murni tanpa permak/tambahan dari manufaktur? Berikut keuntungan menggunakan Android Stock bagi para penggunanya:

1. Sistem Keamanan
Seperti yang kita tahu, salah satu permasalahan dari perangkat Android yang sering dikritik adalah sistem keamanan. Sistem android kerap menjadi sasaran menggiurkan bagi malware. Ternyata Google selama ini bukan tidak bertanggung jawab, mereka rutin memberikan update sistem keamanan bagi pengguna. Akan tetapi memang tidak selalu rutin didistribusikan oleh manufaktur karena mereka harus menyesuaikan dengan sistem yang mereka pasang.

Berbeda jika kamu menggunakan Android stock atau murni. Kamu dapat langsung menikmati pembaruan sistem langsung dari Google.

2. Dapat Langsung Menikmati Versi Android Baru
Sebagai pengguna, kadang kita pasti sebal jika baru bisa menikmati Android versi baru setelah menunggu berbulan-bulan lamanya. Hal ini dikarenakan sistem operasi baru tersebut juga harus disesuaikan dengan sistem yang manfaktur miliki. Ditambah, manufaktur lebih memilih mengeluarkan sistem operasi versi baru bersama dengan perangkat baru agar pengguna dipaksa membeli perangkat baru dan memberikan keuntungan bagi manufaktur.

Berbeda dengan Android stock, pembaruan selalu langsung datang dari Google. Meskipun tidak selalu versi update, tapi setidaknya sistem operasi yang dapat langsung dirasakan adalah satu tingkat di atasnya.

3. Bloatware yang Lebih Sedikit

Ini pasti menjadi masalah utama para pengguna smartphone yang memiliki memory internal sedikit. Biasanya masalah muncul di pemilik memory internal 16GB dan RAM 1 GB. Tak jarang manufaktur memberikan banyak aplikasi mereka untuk membebankan smartphone. Padahal aplikasi bloatware tersebut belum tentu kita gunakan. Dan yang lebih menyebalkan, aplikasi tersebut tidak bisa kita hapus.

Android Stock berani menjamin bahwa bloatware yang dimiliki pengguna akan jauh lebih sedikit. Jadi memory internal yang dimiliki pun bisa lebih lega.